Sri Rejeki Dorong Kebijakan Zero Tolerance Terhadap Pelecehan dan Kekerasan di Lingkungan Kegiatan Serikat Pekerja
0 menit baca
BANGKOK THAILAND 26 Agustus 2026 — Sri Rejeki, Titular Member Women’s Committee International Trade Union Confederation (ITUC) dari Indonesia, turut berpartisipasi dalam pembahasan hari kedua ITUC Women’s Committee Meeting yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 26 Agustus 2026.
Salah satu agenda penting yang dibahas dalam pertemuan adalah penguatan kebijakan untuk mencegah dan menangani pelecehan serta kekerasan di dunia kerja. Pembahasan ini dilakukan sebagai peningkatan kesadaran dan penekanan kepada siapapun pelaku pelecehan dan kekerasan bahwa tidak ada toleransi atas perbuatan tersebut termasuk kepada anggota dan pengurus serikat buruh.
Komite Perempuan ITUC juga menerapkan kebijakan ini pada seluruh kegiatan ITUC dan akan mendorong perubahan kebijakan yang memungkinkan adanya sanksi terhadap pelaku, Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya berlaku selama kegiatan, tetapi juga selama kegiatan berlangsung hingga tidak ada komplen dari pihak manapun, sehingga perlindungan terhadap peserta dapat diterapkan secara lebih menyeluruh.
Beberapa usulan kebijakan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Resolusi Regional General Council (RGC) dan REB. Beberapa poin yang didorong meliputi kebijakan Zero Tolerance selama kegiatan, pembentukan Permanent Committee Governing Body dengan keterwakilan perempuan, dokumen komitmen bagi organisasi dan peserta, serta penggunaan safety video sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Bagi Sri Rejeki, pembahasan mengenai pencegahan pelecehan dan kekerasan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan ruang gerakan serikat pekerja yang aman, bermartabat, dan memungkinkan perempuan berpartisipasi secara penuh dalam setiap kegiatan organisasi.
Sebagai Titular Member Women’s Committee ITUC dari Indonesia, Sri Rejeki membawa perspektif perempuan pekerja Indonesia dalam forum regional tersebut. Penguatan mekanisme perlindungan tidak hanya penting untuk merespons kejadian yang telah terjadi, tetapi juga untuk memastikan adanya standar pencegahan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten dalam seluruh kegiatan organisasi.
Sebagai bukti nyata pencapaian kampanye C 190, salah satu federasi dari KSBSI yaitu FSB KIKES sudah menerapkan hal tersebut di Tingkat Perusahaan dengan membuat dan menandatangani MoU tentang isu Perempuan dan sosialisasi C 190 dengan beberapa Perusahaan nasional maupun Perusahaan Multi Nasional Coorporate.
Kerja Sama Mendorong Ratifikasi ILO Convention No. 190
Selain pembahasan mengenai perlindungan dari pelecehan dan kekerasan, pada sesi presentasi country report juga muncul rencana agenda kerja sama dengan Filipina untuk mendorong pemerintah Indonesia melakukan ratifikasi ILO Convention No. 190 (C190) mengenai kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.
Sri Rejeki menyampaikan “semoga rencana kerja sama tersebut dapat direalisasikan dan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat advokasi mengenai penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja dan dapat menjadi landasan yang kuat untuk Pemerintah Indonesia guna meratifikasi C 190, sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja, khususnya perempuan. Saya berharap DEN KSBSI mendukung hal ini dan dapat dikomunikasikan lebih lanjut dengan serikat buruh Fhilipine yang sudah berhasil meratifikasi C190.”
Selain itu partisipasi Sri Rejeki dalam Women’s Committee Meeting di Bangkok menegaskan “pentingnya keterlibatan perempuan Indonesia dalam forum pengambilan keputusan gerakan serikat pekerja internasional dan regional. Perlindungan dari kekerasan dan pelecehan, penerapan Zero Tolerance, serta penguatan standar perlindungan di lingkungan kerja dan kegiatan organisasi merupakan bagian penting dari perjuangan untuk menciptakan dunia kerja yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan serta pelecehan.” Tutupnya
“Saya merasa bangga dan berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung saya dalam setiap kegiatan serikat buruh, berawal dari Federasi KIKES KSBSI, Komite Kesetaraan Nasional KSBSI, terimakasih saya kepada Ketua Umum KIKES Bapak Binson Purba, Presiden KSBSI Ibu Elly Rosita Silaban beserta jajarannya, seluruh federasi afiliasi KSBSI, Ibu Emma Liliefna, Kawan-kawan anggota yang senantiasa mendukung saya untuk dapat melangkah sejauh ini, sehat selalu untuk kita semua, semoga perjuangan kita mendapatkan ridho dan lindungan Tuhan YME.” Tutup Sri Rejeki
Sri Rejeki
Titular Member – Women’s Committee ITUC
Indonesia
Penerbit Santang Prayoga