Harlah ke-28 BPPKB Banten: Gelar Seren Taun dan Santunan Yatim di Kabupaten Bogor
0 menit baca
BOGOR VIKINEWS – Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-28 BPPKB Banten (berdiri tahun 1998), Ketua Dewan Pembina DPD BPPKB Banten Jawa Barat, Abah H. Tb. Agus Kumpai, memimpin rangkaian kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan, sosial, dan budaya. Acara berlangsung khidmat di Lapangan Gunung Petey Indah, Kampung Gunung Petey RT 01/RW 07, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang digelar meliputi tradisi Seren Taun dan Sedekah Bumi, santunan bagi anak yatim serta kaum dhuafa, dzikir bersama, dan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh para ulama, kiai, dan abuya. Suasana semakin meriah dengan penampilan kesenian Debus Banten yang mengusung nuansa budaya daerah.
Acara dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, antara lain Sekretaris Jenderal DPP Abah H. Tb. Endoh Sugriwa, Ketua DPD Jawa Barat Abah H. Munin Niin Kisin, Ketua DPD Provinsi Banten Tb. Abdul Fatah, S.H., Ketua DPC Kabupaten Bogor Abah Uwo, serta perwakilan dari berbagai wilayah termasuk DPC Sukabumi Andi Ajab dan tokoh masyarakat lainnya. Turut hadir pula pemuda Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor serta pengurus dari 14 DPC dan 24 DPAC se-Kabupaten Bogor.
Para tokoh agama juga menghadirkan diri untuk memperkuat nuansa keagamaan, seperti Ketua Umum AMUK Bogor KH Buhori Muslim dan Pimpinan Pesantren Darul Muntadiin Pamijahan KH M. Dede Humaedi beserta para alim ulama setempat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DPP BPPKB Banten, Abah H. Tb. Endoh Sugriwa menyampaikan: "Peringatan Harlah ke-28 ini adalah bukti bahwa BPPKB Banten tetap kokoh berdiri, menjaga amanah serta nilai-nilai persaudaraan yang tumbuh sejak tahun 1998. Kegiatan Seren Taun, Sedekah Bumi, dan kepedulian kepada anak yatim adalah wujud nyata kita bermanfaat bagi agama, budaya, dan masyarakat."
Sementara itu, Ketua DPD Provinsi Jawa Barat, Abah H. Munin Niin Kisin menegaskan: "Selamat memperingati hari lahir ke-28 bagi seluruh keluarga besar BPPKB Banten. Di tanah Jawa Barat ini, kita bersatu hati melestarikan tradisi luhur sekaligus memperkuat iman dan persaudaraan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditampilkan hari ini harus terus kita jaga dan kembangkan."
Para tokoh yang hadir sepakat bahwa momen ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai agama, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga warisan budaya bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan ketenangan religius, dengan penyaluran santunan sebagai wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Cimong