BREAKING NEWS

‎*Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Desak Polsek Kresek Tutup 'Judi' Adu Ketangkasan di Arena Pasar Malam Renged* ‎

Santang | Pimpinan Redaksi - Berita kabupaten Tangerang , · 183 Dilihat



‎TANGERANG - VIKINEWS - Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek (PWGK) mendesak Polsek Kresek Polresta Tangerang menutup total 'judi' adu ketangkasan di arena pasar malam di Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

‎Hal ini disampaikan Ketua PWGK, Sibti Alex, usai melaporkan masalah ini ke Polsek Kresek, Senin 2 Maret 2026.

‎"Kami sudah sampaikan ke Polsek Kresek agar arena bermainan adu ketangkasan berbau judi ditutup total. Kalau permainannya seperti kora-kora, komedi putar dan lainnya silahkan. Itu adalah hiburan bagi masyarakat. Tapi jangan sampai hiburan seperti itu diwarnai arena judi," katanya.

‎Kapolsek Kresek, AKP Sitta Mardongan Sagala, SH., mengatakan ada dugaan terpenuhi unsur judi dalam adu ketangkasan di arena pasar malam. "Kita akan dalami masalah ini. Kami juga menyampaikan terima kasih atas masukan dari rekan-rekan Pokja Wartawan," kata Kapolsek Kresek.



‎Hingga malam ini, dari pantauan Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek, arena adu ketangkasan itu berada di sisi belakang arena pasar malam itu masih tetap buka dan ramai pengunjung.

‎Terkuak fakta, permainan dalam arena Pasar Malam bukan berdasarkan pada ketangkasan atau kemahiran melainkan hanya mengadu peruntungan belaka.

‎“Modusnya dengan menjual tiket dan selanjutnya pemain mendapatkan alat ketangkasan sehingga para pemain itu mengadu nasib dan berharap hadiah yang sangat besar,” ujar Sibti Alex.

‎Yang lebih disesalkan, stand 'judi' adu ketangkasan itu juga banyak dilihat oleh anak-anak yang berkunjung di Pasar Malam Renged. Parahnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana bulan Ramadan.

‎Sementara, Jodi, pengusaha pasar malam saat dikonfirmasi, menilai apa yang disampaikan hanya cari-cari kesalahan usahanya. "Kalau usaha kita dibikin baik, kita juga baik," ujar Jodi entah apa maksud dari pernyataannya lewat pesan suara itu.

‎Seorang pengunjung, Eri, juga minta agar stand adu ketangkasan ditertibkan. Sebab ini bisa mengajarkan hal negatif kepada anak-anak yang mengunjungi arena pasar malam itu.

‎Dia juga minta agar Polisi menindak tegas bila ada permainan ketangkasan di Pasar Malam.

‎"Lebih baik dibanyakin wahana di pasar malam lainnya seperti komedi putar, kora-kora, ombak banyu, bianglala dan lainnya. Ketimbang stand adu nasib atau adu ketangkasan," ujarnya.

‎Di sisi lain, keberadaan pasar malam ini juga membahayakan pengendara. Sebab, area parkir pengunjung posisinya di pinggir jalan raya. Bahkan, halaman masjid yang berada di sampingnya juga ikut jadi parkiran dadakan.

‎Belum lagi sampah dari para pengunjung bertebaran dimana-mana, sementara pengelola pasar malam itu terkesan tak peduli soal sampah. Hal ini tidak sejalan dengan semangat Pemerintah Kecamatan Kresek yang saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi sampah.


Redaksi 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan Vikenews

KLIK UNTUK DONASI