Penggunaan Dana BOS di SDN Kecamatan Cikulur Disoalkan, Ketum LSM GPBB Minta Evaluasi Mendalam
0 menit baca
LEBAK VIKINEWS – 14 Juli 2026 – Ketua Umum LSM Gerakan Pemuda Banten Bersatu (GPBB) Ifan Febriyanto mempertanyakan penggunaan anggaran biaya pemeliharaan gedung sekolah yang dibiayai dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Ifan Febriyanto mengangkat bicara terkait kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan. "Saya minta kepada pihak yang berkompeten agar segera turun tangan untuk melakukan evaluasi penggunaan Dana BOS di Sekolah Dasar Negeri khususnya di wilayah Kecamatan Cikulur. Dari hal terkecil saja tentang pemeliharaan lingkungan sekolah masih banyak yang belum diterapkan, contohnya SDN Cogoong Utara 1 dan 2, SDN Sukadaya 1 sampai 3, SDN Parage 1 dan 2, SDN Sukaharja 1, dan lain-lain," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi fisik sekolah sangat memprihatinkan. "Bangunannya terkesan kurang diperhatikan – banyak keramik pecah dibiarkan, cat terkelupas, jendela pecah tidak diperbaiki. Saya pertanyakan kemana biaya anggaran pemeliharaan dari Dana BOS? Padahal keamanan dan kenyamanan sangat penting bagi siswa siswi saat pembelajaran, bukan hanya untuk mereka tetapi juga untuk kepala sekolah dan seluruh warga sekolah," katanya.
Selain itu, Ifan juga menyebutkan kondisi gedung PGRI SDN Kecamatan Cikulur yang kusam. "Padahal ada pengurus PGRI, kenapa dibiarkan seperti itu? Saya minta kepada pihak berkompeten khususnya Dinas Pendidikan dan Inspektorat Lebak untuk melakukan evaluasi penggunaan anggaran Dana BOS di seluruh SDN Kecamatan Cikulur," ungkapnya.
Sampai berita ini dimuat, pihak K3S SDN Kecamatan Cikulur enggan memberikan komentar terkait permasalahan yang diangkat.
Empud