Kades Pasilian Minta Anggaran BSPS Naik Jadi Rp35 Juta, Kasihan Warga Miskin Terpaksa Menumpang Karena Rumah Mangkrak
0 menit baca
KRONJO, KABUPATEN TANGERANG VIKINEWS - Kepala Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, H. Abdullatip meminta pemerintah pusat menaikkan nominal bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Ia mengusulkan agar nilai bantuan disamakan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemkab Tangerang, yaitu di angka Rp35 juta hingga Rp40 juta per unit.
Menurut Abdullatip, nilai bantuan BSPS saat ini yang sebesar Rp20 juta per unit sudah tidak ideal dengan lonjakan harga material bangunan.
Sifat bantuan yang berupa stimulan atau pancingan dana justru menyulitkan warga miskin yang menjadi sasaran utama program.
"Kalau bantuan sifatnya stimulan dan harus menambahkan, untuk keseharian mereka saja sudah sulit. Akhirnya rumah yang ada dirubuhkan, tapi bangunan baru dari BSPS mangkrak karena tidak ada biaya tambahan. Warga terpaksa menumpang tidur di tempat keluarganya," ujar Abdullatip saat diwawancarai, baru-baru ini.
Ia bahkan menceritakan ada warga yang mendatangi kantor desa untuk meminta bantuan darurat berupa asbes agar rumah yang belum selesai tersebut bisa sekadar berteduh dari hujan.
Oleh karena itu, Abdullatip menilai lebih baik kuota penerima bantuan dikurangi asalkan nominal anggaran per unit dinaikkan sampai rumah tersebut rampung dan layak huni.
"Misalkan mendapat kuota 10 unit, lebih baik dikurangi jadi 5 unit tapi selesai dengan anggaran Rp35 juta. Itu jauh lebih baik, apalagi kalau kuotanya tetap 10 tapi anggarannya dinaikkan," tegasnya.
Dampak dari tingginya biaya swadaya ini sudah terlihat pada realisasi program tahun 2025 di Desa Pasilian.
Dari total usulan 11 unit rumah melalui jalur BSPS, terdapat 2 warga penerima manfaat yang terpaksa menolak bantuan karena sama sekali tidak memiliki dana pendamping.
Alhasil, kuota tersebut harus dialihkan ke warga lain yang siap menyediakan dana tambahan.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Pasilian terus berkomitmen menekan angka rumah tidak layak huni di wilayahnya melalui berbagai jalur.
Selain BSPS, pada tahun 2025 Desa Pasilian berhasil merealisasikan bedah rumah sebanyak 20 unit melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Tidak hanya itu, sejak tahun 2020 Pemerintahan Desa Pasilian juga rutin mengalokasikan anggaran mandiri dari dana desa untuk membedah 1 unit rumah setiap tahunnya.
Reporter: Zakky Adnan
Caption: Kades Pasilian Tangerang minta anggaran program BSPS naik jadi Rp35 juta. Ada warga miskin menolak bantuan dan rumah mangkrak akibat tak ada biaya tambahan. Foto: Zakky Adnan/
Penerbit Santang Prayoga