*Dialog terbuka GWI dengan Korluh Cibaliung: OPLAH Cihanjuang "Rampung" Tapi Manfaatnya belum terlihat,
0 menit baca
*PANDEGLANG, BANTEN VIKINEWS* – Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) yang diwakili oleh *M. Sutisna* melakukan dialog terbuka dengan pihak Koordinator Lapangan Penyuluh (Korluh) Cibaliung terkait program OPLAH di Kp. Bendungan, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Selasa 28 Juli 2026,
Dalam pertemuan tersebut, Korluh menyatakan tidak merasa terganggu dengan adanya aspirasi dan pemberitaan dari media.
> "Itu kewenangan semua pihak untuk menyampaikan aspirasi," ujarnya.
Terkait program, pihak Korluh juga menyampaikan akan melakukan pembinaan kepada para Gapoktan guna menstabilkan komunikasi dengan semua pihak. Korluh menegaskan bahwa semua program harus lebih baik dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
Namun di lapangan, fakta berbicara lain. Program OPLAH 2025 di Kp. Bendungan Cihanjuang tercatat "Rampung" di data, tetapi belum ada aliran air untuk menghidupkan pompa. Kewilayahan titik persawahan warga
Yang telah di tentukan,
*M. Sutisna dari GWI* menyampaikan beberapa poin penting kepada Korluh:
> "Kami berharap semua program pemerintah, khususnya di sektor pertanian, setidaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Asas manfaat harus terlihat nyata,
GWI menegaskan, setiap program yang menggunakan anggaran negara wajib memenuhi 2 hal:
1. *Asas Manfaat* - Sesuai prinsip pengelolaan keuangan negara. Program harus benar-benar dirasakan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
2. *Keterbukaan Informasi Publik* - Sesuai *UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik*. Masyarakat berhak tahu:
GWI berpendapat pihak terkait, termasuk Korluh dan instansi terkait lainnya, untuk menyetabilkan progam Pemerintahan, salasatunya program OPLAH Cihanjuang tidak hanya "rampung administrasi" tetapi benar-benar bermanfaat bagi petani.
asas manfaat harus nyata karena program bersumber dari pajak rakyat harus kembali ke rakyat"
Red "
---