Pembangunan Jaringan Irigasi (P3-TGAI) di Desa Muncung Diduga Batu Lama Dipasang kembali Dengan Batu Baru dan Dikerjakan Asal-asalan, Kartusi Angkat Bicara
0 menit baca
KRONJO KABUPATEN TANGERANG, VIKINEWS - Pelaksanaan Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) diduga batu lama dipasang kembali dengan batu baru Pembangunan (P3-TGAI) Nama D.I. Cisadane Lokasi Desa Muncung Kecamatan Kronjo Sumber Dana APBN 2026 Nilai Kontrak Rp. 195.000.000 Tanggal 17 Juni 2026 Nomor PKS HK.02.01/PKS/Bbws4.9.4/VI/2026/417.168 Pelaksana: P3A Mitra Cai Mulya Tani.
Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan, bahwa pembangunan (P3-TGAI) tersebut diduga dikerjakan asal jadi karena batu yang lama dipasang kembali dengan batu baru. Minggu 19 Juli 2026
“Saya selaku warga merasa janggal, sebab di lokasi proyek pembangunan (P3-TGAI) tersebut terpasang, lama dipasang kembali dengan batu yang baru serta seakan-akan diduga dikerjakan asal jadi.
Di sisi lain, Kartusi selaku Kabidkam DPP Perkumpulan Trisula Bakti Nusantara menyoroti terkait adanya dugaan kelalaian dalam pembangunan (P3-TGAI) tersebut.
“Kami menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam pembangunan (P3-TGAI) di Desa Muncung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, di mana pekerjaan diduga batu lama dipasang kembali dengan batu baru. Kondisi ini patut diduga dapat mengurangi kualitas teknis bangunan (P3-TGAI) tersebut.” ucap Kartusi
“Kami meminta pihak pelaksana, pengawas, dan instansi/dinas terkait untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh, memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB yang berlaku.
“Jika ditemukan adanya penyimpangan, maka harus ada langkah perbaikan dan pertanggungjawaban yang jelas.
“Dalam Pembangunan infrastruktur publik harus mengutamakan mutu, transparansi, dan akuntabilitas, karena hasilnya akan langsung di rasakan oleh masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada fungsi irigasi (P3-TGAI) tersebut,” tegasnya.
Media Vikinews membuka ruang hak jawab bagi yang merasa keberatan dengan pemberitaan,
Akmad