Dugaan Koordinasi Mencuat, Eks Smelter PT SJI Aset Sitaan Kejagung Di Jual 400 Juta Dan Dijarah Sindikat Secara Terorganisir
0 menit baca
PANGKALPINANG, 14 Juli 2026 – Status sitaan negara ternyata tidak menjamin keamanan aset korupsi timah. Eks smelter PT Sumber Jaya Indah (PT SJI) di kawasan Ketapang, Pangkalpinang, kini dikuras habis oleh sindikat penjarah terorganisir.
Garis polisi (police line) milik Polsek Bukit Intan yang sebelumnya menyegel area pabrik dilaporkan telah dirusak dan dihilangkan. Hilangnya segel hukum ini membuka jalan bagi aktivitas pembongkaran material pabrik secara masif.
Skandal Jual Beli Aset di Area Steril
Investigasi di lapangan mengungkap aksi penjarahan ini bukan pencurian biasa. Ada skandal jual beli aset di bawah tangan yang melibatkan pihak internal dan pengepul besi bekas.
Achan alias Sun Tjhan diduga kuat menjual seluruh material berharga di dalam pabrik kepada petot, seorang pengepul besi bekas berskala besar. Nilai transaksi ilegal ini dilaporkan mencapai Rp.400 juta dan telah di DP Rp.300 juta.
Pasca-pembayaran tersebut, petot langsung mengerahkan pekerja dan armada truk. Mereka membongkar konstruksi besi, mesin pabrik, hingga mengangkut sisa material dari dalam kawasan steril Kejaksaan Agung RI tersebut.
Dugaan Keterlibatan Oknum Brimob dan TNI Serta polairud
Aktivitas pembongkaran ilegal skala besar ini berjalan mulus tanpa hambatan. Kuat dugaan, pergerakan petot di lapangan dikawal ketat oleh oknum aparat lintas institusi.
Informasi yang dihimpun menunjuk pada keterlibatan oknum anggota Brimob berinisial “AW” dan oknum anggota TNI berinisial “jk” dan “st” serta oknum polairud berinisial “in”. Oknum ini diduga bertindak sebagai pembenteng (backing) aktivitas penjarahan, serta dugaan keterlibatan oknum penegak hukum wilayah setempat yang terkesan membiarkan tanpa mengambil tindakan kepada petot .
Hal ini diakui oleh Petot sendiri dalam rekaman yang berdurasi 1 menit,07 detik saat ditemui dirumahnya 11 Juli 2026, Petot mengklaim bahwa
"Masa semua mau dilimpahkan ke saya masalah koordinasi, Polsek saya, Polres saya, keamanan disana saya",Jelas Petot kepada awak media.
Guna memastikan keberimbangan berita, tim investigasi telah melakukan serangkaian konfirmasi kepada pihak kejati Babel serta Polsek Bukit intan melalui Kapolsek bukit intan namun sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari Polsek Bukit Intan.konfirmasi kepada pihak terkait lainnya sedang dalam upaya.
Konfirmasi juga akan tim lanjutkan kepihak Kejagung RI serta Propam Polda Bangka Belitung apabila APH setempat tidak ada tindak lanjut terkait hal ini.RVH
Redaksi