Tabir Gelap Izin Billiard JDYEO Caringin: Pejabat Bungkam, Integritas Pemerintah Cisoka Dipertanyakan
0 menit baca
KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) VIKINEWS - Pusaran polemik mengenai legalitas usaha Billiard dan Cafe JDYEO di Kampung Saga, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, kian memanas.
Alih-alih mendapatkan titik terang, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media justru membentur tembok tinggi keheningan dari pemangku kebijakan setempat.
Hingga saat ini, status perizinan tempat hiburan tersebut masih menjadi teka-teki besar bagi publik.
Ketidakjelasan ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat: Mengapa pemerintah setempat seolah "alergi" memberikan keterangan konkret?
Pada Selasa (28/04/2026), sejumlah jurnalis yang tergabung dalam lintas wilayah Jayanti dan Cisoka kembali melakukan penelusuran fakta.
Dipimpin langsung oleh Ketua Media Center Jayanti (MCJ), Supriyadi alias Bonai, tim bergerak mendatangi Kantor Desa Caringin dan Kantor Kecamatan Cisoka.
Namun, kedatangan mereka disambut dengan ruang-ruang kosong tanpa pembuat kebijakan.
Kepala Desa Caringin maupun Camat Cisoka tidak berada di tempat dan terkesan enggan menemui awak media untuk memberikan klarifikasi yang sangat dinantikan publik.
"Publik menanti ketegasan, bukan aksi bungkam. Kami sudah berkali-kali mencoba membuka ruang komunikasi agar isu ini terang benderang, namun pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkesan terus menghindar dan bersembunyi di balik narasi kesibukan," ungkap Bonai dengan nada kecewa.
Menurut Bonai, keberanian pengusaha beroperasi di tengah dugaan pelanggaran regulasi bukan sekadar masalah teknis perizinan, melainkan sebuah tantangan terbuka terhadap wibawa Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Jika pengusaha dibiarkan "menabrak" aturan tanpa sanksi, maka hak-hak masyarakat sekitar menjadi taruhannya.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang jangan hanya menjadi penonton. Jangan sampai marwah pemerintah kalah oleh oknum pengusaha yang diduga menabrak aturan. Jika fungsi kontrol sosial kami hanya dianggap angin lalu, maka integritas kepemimpinan di tingkat desa dan kecamatan patut dipertanyakan," tegasnya.
Kebuntuan komunikasi ini tidak hanya terjadi di lapangan.
Upaya konfirmasi melalui melalui pesan singkat WhatsApp pun bernasib serupa.
Camat Cisoka hingga kini tidak memberikan respons sedikit pun, seolah membiarkan isu ini menggantung tanpa kepastian.
Bonai mendesak agar Bupati Tangerang segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur di bawahnya.
Menurutnya, koordinasi yang buruk dan sikap tertutup pejabat publik hanya akan merusak citra pemerintahan di mata rakyat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Cisoka maupun Pemerintah Desa Caringin.
Upaya konfirmasi terus dilakukan demi terpenuhinya hak publik atas informasi yang akurat dan transparan.
Redaksi