Ketua Ranting Desa Sumur Bandung PAC Jayanti Tak Terima Diperlakukan Seperti Binatang Saat Muscab PKB Kabupaten Tangerang
0 menit baca
KABUPATEN TANGERANG VIKINEWS – Kegiatan Muscab Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPC Kabupaten Tangerang tahun 2026 diwarnai dengan aksi protes dari sejumlah pengurus maupun Kader Partai, termasuk Ketua ranting partai PKB Desa Sumur Bandung, PAC Kecamatan Jayanti yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan hingga mengalami luka di kaki bagian lutut, Jum'at,
(10/04/2026).
Ketua Ranting PKB ranting Desa Sumur Bandung, Samsudin Salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Jayanti yang melakukan protes bersama sejumlah Kader lainnya yang melakukan perlakuan tidak menyenangkan bahkan mengalami luka ringan di kaki bagian lutut karena di dorong hingga terjatuh oleh para oknum pengurus Dpc PKB kabupaten Tangerang.
Sejumlah kader yang melakukan aksi protes itu menyuarakan rasa ketidakpuasan mereka dalam tata kelola pengurus Partai khususnya di DPC PKB Kabupaten Tangerang.
"Kami dari PAC Kecamatan Jayanti Partai kebangkitan bangsa dan saya sebagai Ketua ranting Desa Sumur Bandung dan para pengurus pac-pac dan ranting ingin pemilihan ketua calon para ketua DPC secara demokrasi, nah tuntutan kami itu tadi jangan sampai di calon Ketuanya itu itu aja biar ada perubahan, namun sepanduk tersebut di cabut diduga oleh para pengurus Dpc,"ujar Samsudin.
Lebih lanjut Samsudin, " Karena sepanduk kami di cabut akhirnya kami terpaksa membentangkan sepanduk tersebut langsung di depan kantor DPC PKB kabupaten Tangerang, intinya supaya orang orang DPP dari partai PKB itu tahu kalau membaca bahwa ada aspirasi ingin perubahan"imbuhnya.
"Ketika kami menyuarakan pendapat kami di depan umum, kenapa kami mendapat perlakuan seperti itu bahkan saya di dorong dorong sampai terjatuh, hingga kaki saya sakit, bahkan dianggap penyusup kan aneh, saya berharap pengurus PKB DPC Kabupaten Tangerang dapat memberikan klarifikasi langsung jujur saja saya tidak senang atas perlakuan yang diduga dilakukan oknum pengurus Dpc PKB kabupaten Tangerang tersebut sampai saya terjatuh, bahkan keluarga saya juga menangis ketika melihat video tersebut karena melihat saya diperlakukan seperti binatang,"Jelasnya.
Sampai berita ini terbit, pengurus Dpc PKB kabupaten Tangerang belum terkonfirmasi.
Redaksi