BREAKING NEWS

PASIEN SAKIT BERAT RSUD BANTEN DITAGIH ONGKOS AMBULANCE RP2,2 JUTA OLEH KLINIK SADANG PANDEGLANG BANTEN, PIHAK KLINIK SEBUT SESUAI PERDA

Santang Media - Berita Nasional , · 183 Dilihat

PANDEGLANG SELATAN, BANTEN MEDIA VIKINEWS - Urusan nyawa! Pasien RSUD Banten asal Pandeglang Selatan dalam kondisi kritis, pakai oksigen, monitor ICU, justru keluarga terus ditagih ongkos ambulance Rp2,2 Juta oleh Klinik Sadang, Pandeglang Banten.

Pasien RSUD Banten, ditagih Rp2.200.000 termasuk EKD.

Konfirmasi: Rabu 7 Okt 2026 jam 14.11 WIB, Dr Dewi (DW) Klinik Sadang Pandeglang Banten ke GWI Baron/M.S akui tarif. Katanya sesuai Perda, lintas luar kabupaten dikali 2. Rekaman 3 menit ada.

DW bilang: "Kalau keluarga belum ada duit yang penting konfirmasi saja, yang piket kasihan taunya beres."

Klarifikasi Dr Dewi jam 15.39 WIB: "Maaf kami lebih mementingkan nyawa pasen dibanding bayar ambulan"

GWI Jawab: Klarifikasi dihargai. Tapi fakta lapangan: pasien lagi kritis di RSUD Banten (foto bukti ada, wajah blur UU PDP) malah terus di-BL tagih ongkos oleh Klinik Sadang Pandeglang Banten. Mana utamakan nyawa?

Ini bukan soal Perda. Ini soal nyawa dan kemanusiaan. UU No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (pengganti UU 36/2009) menegaskan pelayanan harus terjangkau dan humanis.

Tuntutan GWI ke Dinkes & Bupati Pandeglang:
1. Buka Perda nomor berapa? Tempel tarif resmi di Klinik Sadang Pandeglang Banten!
2. Mana kuitansi resmi Rp2,2 Juta?
3. Stop tagih pasien yang lagi mengalami sakit berat sementara!

Catatan Investigasi: Sumber yang dirangkum awak media bukan hanya satu orang saja yang ngeluh tarif ambulance, keluarga pasien sebelumnya pun sama halnya mengeluh.

Memang keluarga pasien sempat bilang ke awak media setelah konfirmasi ke pihak klinik: "Tidak usah dipermasalahkan karena kami pusing nunggu keluarga yang lagi sakit," ujar salah satu keluarga pasien.

Namun media punya fungsi kontrol sosial bukan soal dipermasalahkan atau tidak. Ini akses kesehatan yang perlu ada pengawasan dari pihak terkait, sehingga tarif ambulance bisa terjangkau oleh keluarga kurang mampu.

Gabungnya Wartawan Indonesia GWI mengedepankan Asas Praduga Tak Bersalah, serta terbuka untuk klarifikasi atau hak jawab pihak terkait sesuai UU Pers No.40/1999 Pasal 5. Namun pengawasan perlu ditingkatkan.


Narasumber Baron/ M Sutisna 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan Vikenews

KLIK UNTUK DONASI