Kades Kronjo, H. Nurjaman Disinyalir Ekploitasi Anak Yatim Jadi Tameng Pembenaran Dugaan Korupsi Dana Desa Dan Pendapatan BUMDES
0 menit baca
TANGERANG VIKINEWS - Terkait viralnya dugaan praktek pungli di wisata pulo cangkir, Kades Kronjo, H Nurjaman selalu menjadikan santunan anak yatim sebagai alasan untuk menghindari dugaan korupsi dana desa dan pendapatan BUMDES Kronjo di lokasi wisata Pulo Cangkir. Jumat (03/04/26).
Muncul pertanyaan dari berbagai pihak kepada Kades Kronjo, tentang dasar penunjukan BUMDES sebagai pengelola wisata Pulo Cangkir di sekitar 4 tahun yang lalu
Pertanyaan yang paling mendasar adalah, kemana penggunaan dana desa sebagai modal dasar BUMDES serta nilai pendapatan dari pengelolaan wisata pulo cangkir?
Pertanyaan tersebut kerap dijawab oleh Kades Kronjo H. Nurjaman di pergunakan untuk santunan anak yatim, hal tersebut dipandang Aktivis Pegiat Sosial Kontrol sebagai bentuk Eksploitasi terhadap anak yatim dan Dhuafa.
Sebagaimana disampaikan oleh Fahrur Rozi selaku KA. Divisi Kajian DPD LSM PENJARA PN Banten, bahwa kades Kronjo dan segenap Pengurus BUMDES harus bertanggung jawab secara Hukum atas penggunaan Dana Desa serta hasil pendapatan dari Wisata Pulo Cangkir.
" Kedes kronjo selalu mengeksploitsi anak yatim dalam menjawab hasil pengelolaan BUMDES, patut kami duga anak yatim dijadikan tameng pembenaran terhadap upaya dugaan korup dana desa dan pendapatan BUMDES Kronjo, Kades Kronjo dan Pengurus BUMDES harus diaudit dan bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut." Ucapnya.
Lebih lanjut Rozi menambahkan, " Sekitar 4 tahun yang lalu, Kades Kronjo H. Nurjaman telah jelas jelas menunjuk pihak BUMDES untuk mengelola wisata Pulo Cangkir, nah mengapa tiba tiba tahun ini muncul karcis Parkir bertuliskan Karang Taruna, ini jelas pelanggaran " Ungkapnya.
Membaca berita di banyak media, Mapolsek Kronjo pernah di geruduk oleh anak yatim dan dhuafa karena telah memeriksa sejumlah oknum pelaku pungli, akan hal itu Kapolsek Kronjo, IPTU Bayu Sujatmiko, SH.MH mengatakan
"Kami sejumlah digeruduk oleh anak yatim dan dhuafa saat melakukan pemeriksaan terhadap oknum pelaku pungli di wisata pulo cangkir, entah siapa dalang penggeraknya. " ucap Kapolsek
Terkait adanya pungutan palkir yang dilakukan oleh karang taruna kronjo, Kapolsek secara tegas mengatakan hal tersebut adalah pungli
" Kalau Katar ( Karang Taruna) dalam pemungutan parkir ya jelas Pungli, makanya temen temen media gali sedalam dalamnya, kok dari BUMDES malah alihkan ke KATAR, Ada apaaa ???? Tegas Kapolsek Kronjo
Beredar informasi dari salah seorang Pengurus Karang Taruna Kronjo berinisial J, bahwa menurut nya hasil pungutan Parkir yang dilakukan Karang Taruna 40 % Persen diterima pihak Pemdes Kronjo
"Hasil kutipan Parkirnya setahu saya 40 persen diterima pihak Pemdes Kronjo"ungkap insial J
Hingga berita ini, belum ada penetapan tersangka pelaku pungli, publik berharap APH bersikap tegas dan para Pelaku Pungli dan Korup di Sapu bersih dari Kronjo.
Redaksi