BREAKING NEWS

Jurnalis Jayanti Mengutuk Keras atas Lontaran Kata Yang Menyinggung Marwah Pers dari Koorlap Obat Terlarang

Santang | Pimpinan Redaksi - berita kabupaten Tangerang , · 183 Dilihat

KABUPATEN TANGERANG VIKINEWS || Beredar voice note / rekam suara yang diduga keluar dari mulut seorang laki-laki asal Aceh, yang menjadi Koordinasi Lapangan (Korlap) atas nama Mi (Inisial-red) akhir-akhir ini memantik gelombang bola api liar
(Jum'at 03/04/2026).

Pernyataan tersebut sontak membuat sebagian yang mempunyai serta merasa anggota Wartawan menjadi geram atas ucapan yang telah melukai dan merendahkan harkat martabat jurnalis.

Dalam rekaman tersebut yang tersebar di Group WhatsApp nampak jelas "Rata-rata media banyak yang kelaparan, kalau gak kelaparan gak mungkin asik ngontrol orang kerja, kerja aja loh bikin sendiri jangan suka urusin orang lain memang bangsat media "
Kutipan dari Voice note yang diterbitkan dalam kalimat bahasa Indonesia.

Atas rekaman yang beredar luas, awak media yang tergabung di Pokja (Kelompok Kerja ) Jayanti Kabupaten Tangerang mengutuk keras atas ucapan yang seolah menghina marwah media.

Salah satu media yang tidak terima atas VN  (Voice Note ) tersebut yakni Taswan dari BhinnekaNews71.com , angkat bicara dengan nada geram.
"Apa yang di maksud kata media lapar, pada siapa kalimat itu ditujukan?
Dalam VN tersebut jelas rata-rata, berarti ini hampir semua. Ini penghinaan dalam bentuk ucapan yang sudah keluar, dia suruh bikin kerja sendiri pada Media ?
Kan jelas media itu adalah sebuah wadah untuk menyimpan, dan mengumpulkan data yang nantinya untuk disampaikan dalam bentuk berita, ini bukan lagi tentang merintangi tugas, tapi lebih menyerang ke semua insan pers. Saya minta pada  Polsek Teluk Naga dan Polres Metro Tangerang Kota juga Polda Metro Jaya untuk segera menindak atas nama Marz*k* sebagai pengendali obat yang ditugaskan dilapangan untuk di tangkap. Karena jika dibiarkan maka akan berdampak negatif pada generasi anak muda yang masih mengenyam pendidikan. Banyaknya tingkat kejahatan jalanan mulai dari tawuran hingga gangster, diduga atas dasar otak yang sudah teracuni oleh obat-obatan jenis Tramadol dan Hexymer yang diperjualbelikan secara bebas tanpa resep dokter. Ini bukan sebuah apotik, melainkan transaksi obat yang tergolong obat keras yang berdampak pada saraf otak manusia.
Jika saraf normal otak putus, siapa yang akan bertanggung jawab ?
Dan bagaimana generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045 ?
Jangan sampe negara kalah sama kartel obat terlarang, negara perlu hadir memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan untuk seluruh warga negara Indonesia. Saya juga meminta pada pihak Dinkes dan BPOM Tangerang Kota juga Satpol-PP, untuk melakukan tindakan terukur pada setiap pelanggaran yang ada di wilayah Teluk Naga dan sekitarnya.
Beredar rumor, bahwa di Wilayah Teluk Naga ada 20 titik lokasi penjualan Tramadol dan Hexymer yang sudah berjalan. Angka ini benar-benar cukup lumayan untuk mengepung wilayah Teluk Naga dari peredaran obat keras jenis Tramadol dan Hexymer" jelasnya dengan nada gemes.

Masyarakat Teluk Naga berharap, peredaran obat yang membahayakan segera ditangani dengan baik sesuai perundang-undangan yang berlaku. Berikan sanksi yang tegas, jangan sampai peredaran tersebut terus ada.

Redaksi 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan Vikenews

KLIK UNTUK DONASI