Dugaan Kongkalikong! SPBU Pangkalan Kerinci Terus Layani Pelangsir BB Subsidi
PELALAWAN - VIKINEWS – Praktik pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mengguncang Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. SPBU Nomor 14.284.633 diduga secara terbuka melayani kendaraan pelangsir yang dilengkapi tangki modifikasi, sebuah pelanggaran berat terhadap peraturan distribusi BBM subsidi.
Dari pantauan lapangan, kendaraan yang diduga telah dimodifikasi tampak bebas masuk keluar area SPBU untuk mengisi solar bersubsidi dalam jumlah yang jauh melampaui kapasitas standar pabrikan. Ironisnya, aktivitas ini berlangsung berulang kali tanpa adanya hambatan yang signifikan.
Sejumlah warga sekitar mengaku merasa geram dan resah. Selain menyebabkan antrean panjang serta kelangkaan BBM bagi masyarakat umum, pelangsiran dinilai merampok hak rakyat kecil dan menyebabkan kerugian bagi keuangan negara.
“Sudah jadi pemandangan biasa. Mobil-mobil tertentu bolak-balik isi BBM. Kami masyarakat biasa harus antre panjang, bahkan sering kehabisan. Tapi mereka lancar terus,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Masyarakat juga mengajukan pertanyaan mengenai kinerja pengawasan pihak berwenang. Lemahnya pengawasan membuka dugaan kuat adanya pembiaran bahkan potensi kongkalikong dalam distribusi BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Pertanyaan besar muncul di tengah publik: mengapa praktik pelangsiran yang jelas melanggar aturan bisa berlangsung terang-terangan tanpa tindakan tegas? Diduga ada pembiaran sistematis dari oknum yang bertugas melakukan pengawasan. Jika dibiarkan, tujuan pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi kepada pihak berhak akan gagal total.
Pengamat kebijakan publik menilai, lemahnya penegakan hukum terhadap pelangsir dan dugaan keterlibatan oknum menjadi faktor utama maraknya penyimpangan BBM subsidi di berbagai daerah, termasuk Pangkalan Kerinci.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Pangkalan Kerinci belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi, meskipun dugaan pelanggaran ini telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.
Tim
