Kabid Disdik Lebak Belum Berikan Tanggapan atas Konfirmasi Wartawan Terkait Guru Paruh Waktu yang Meninggal Dunia
0 menit baca
LEBAK (BANTEN) VIKINEWS - Meninggalnya Junaeti, seorang guru paruh waktu di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi perhatian publik dan memunculkan kembali pembahasan mengenai kesejahteraan guru paruh waktu. Sabtu (12/07/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhumah Junaeti telah mengabdi sebagai tenaga pendidik selama kurang lebih 17 tahun. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit jantung.
Almarhumah meninggalkan suami yang bekerja sebagai pedagang cilok serta anak-anak yang masih berusia balita.
Sejumlah awak media telah berupaya mengonfirmasi Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Sahril, untuk meminta tanggapan terkait pemberitaan tersebut, termasuk langkah yang akan dilakukan dinas terhadap keluarga almarhumah. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi.
Sementara itu, perwakilan keluarga almarhumah menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka baru menerima kunjungan takziah dari perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lebak.
"Yang datang hanya Pak Eva dari perwakilan Ketua PGRI Lebak untuk bertakziah," ujar perwakilan keluarga.
Menurut keterangan keluarga, PGRI Kabupaten Lebak juga melakukan penggalangan dana secara sukarela yang kemudian diserahkan kepada keluarga dengan nominal sebesar Rp1.500.000.
Keluarga juga mengaku telah meminta agar aspirasi mereka disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Menurut keterangan keluarga, mereka menerima penjelasan bahwa almarhumah masih berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sehingga, menurut penjelasan tersebut, belum terdapat hak kesejahteraan tertentu yang dapat diproses.
Pernyataan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum mendapat tanggapan maupun penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi tersebut maupun tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media.
Redaksi