BREAKING NEWS

Merawat Tradisi, Momentum Masa Depan, Kearifan Lokal Banten Masuk Karya Momentumental Insan Pers Sambut HPN 2026

Santang | Pimpinan Redaksi - Berita Daerah kabupaten serang , · 183 Dilihat




KOTA SERANG - VIKINEWS -Merawat intelektualitas melalui literasi, enam judul buku resmi diluncurkan sebagai kado menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Ball Room Hotel Aston, Kota Serang, Minggu (08/02/2026). 


Dari peluncuran buku tersebut, dua diantaranya mengangkat tema kearifan lokal Banten seputar Baduy dan kuliner tradisional khas Banten. 


Berikut adalah buku yang diluncurkan pada momentum HPN 2026:

1. Langkah sunyi menuju puncak. 

2. Belajar mencintai dari kearifan Baduy.

3. Wajah Pers Indonesia Kini dan Esok. 

4. Melawan ke Talawi, tapak langkah Wartawan Adinegoro. 

5. Anugrah jurnalistik Adinegoro 2025.

6. Jojorong Kuliner Tradisional khas Banten. 


Karya ini membawa pesan kuat bahwa profesi wartawan bukan sekedar soal kecepatan, melainkan kedalaman berfikir. 


Dari enam karya tersebut, buku berjudil "Panggil Saya Tomi" karya Suryopratomo yang akrab disapa mas tom menjadi sorotan utama.


Mantan Duta Besar RI untuk Singapura sekaligus tokoh pers senior ini membedah pengalamannya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia di Singapura selama lima tahun dua bulan. 


Di balik penggunaan nama "Tomy" dalam judul buku yang dibuatnya ternyata sarat akan makna. 


Suryopratomo mengisahkan bahwa judul bukunya terinspirasi dari kehangatan hubunga diplomatik. 


"Rekan-rekan di Singapura selalu memanggil saya Tomy sehingga terceruslah penggunaan Tomy dalam judul buku, "ujarnya.


"Ini adalah bagian dari akuntabilitas saya selama bertugas disana,  terutama saat saya berangkat ke Singapura itu kondisinya tengah badai pandemi COVID-19 yang tidak mudah, " sambungnya. 


Buku ini sekedar memuat birokrasi, melainkan catatan sekelumit pengalaman singkat selama menjalani profesi sebagai Dubes. 


Bang Tomy, menulis adalah cara memastikan kalau pers tidak terlupakan. Menulis adalah


"Menulis memaksa kita untuk berfikir sistematis dan strategis. Selama jadi Dubes,saya tidak pernah berhenti menulis minimal seminggu sekali. Jika berhenti akan sulit memulainya kembali, "tegas Tomy.


*Dari Baduy hingga Tapak Langkah Adinegoro*


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, memberikan Apresiasi tinggi terhadap lahirnya karya-karya ini. 


Menurutnya buku-buku yang diluncurkan mencerminkan spektrum pers yang luas, mulai dari isu profesionalisme hingga kearifan lokal. 


Peluncuran ini pengingat bagi insan pers di seluruh tanah air. 


Disaat kecerdasan buatan dan arus informasi instan mendominasi, kualitas tulisan menjadi benteng terakhir kepercayaan publik. 


"Kita menghadapi disrupsi ekonomi dan sumber berita yang luar biasa. Satu-satunya jalan adalah meningkatkan profesionalisme dan memperbaiki kualitas melalui literasi yang sistematis, " katanya. 


Melalui enam buku ini, PWI menegaskan bahwa wartawan boleh berganti peran menjadi dubes, pejabat, atau pengusaha, namun napas kepenulisan harus tetap mengalir sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bangsa.


Tubi 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image

DUKUNG JURNALISME INDEPENDEN

Silakan berdonasi secara sukarela
sesuai kemampuan Anda.
Dukungan Anda membantu keberlangsungan Vikenews

KLIK UNTUK DONASI